Inilah 12 Kiat Musa La Ode Hafal 30 Juz Al-Quran
MUSA La Ode Abu Hanafi menorehkan prestasi luar biasa. Di usianya yang masih 7 tahun 10 bulan, dia sudah berhasil menghafal Alquran 30 juz. Dia pun menuntaskannya tidak lama, hanya butuh waktu lima tahun. Seperti apa proses hafalannya?
“Musa, ayo kita hafalan!” kalimat itu selalu diucapkan ayah Musa, La Ode Abu Hanafi kepada anak pertamanya itu. Sulung dari empat bersaudara itu pun lalu menyiapkan diri untuk setoran hafalan Alquran ke ayahnya sendiri.
Meski mengaku belum hafiz, ayahnya tetap memberikan pembelajaran menghafal Alquran kepada anaknya. Proses menghafal sudah berlangsung sejak Musa berusia dua tahun.
Awalnya, Abu Hanafi mengaku belum sampai kepikiran menciptakan anaknya menjadi hafiz Quran 30 juz.
“Semula saya arahkan Musa untuk belajar Alquran saja. Namun ternyata, Musa itu cepat sekali menghafal. Jadi terus saya semangati untuk hafalan sampai dia hafiz,” kata pria yang tinggal di Pal 4, Mentok, Bangka Barat ini.
Selama proses hafalan, Musa tetap menjalani aktivitas seperti anak-anak pada umumnya. “Waktunya saya bagi-bagi. Dia juga bermain dengan teman-temannya, tapi kala waktu menghafal dan setoran ayat, Musa melakukan itu,” lanjut Abu Hanafi.
Di awal-awal, katanya, dia mendikte Musa menghafal ayat sampai dia berumur empat tahun atau saat sudah lancar membaca Alquran.
Sebagai tambahan, Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Abdul Hakim bin Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!
Berikut kiat-kiat ala La Ode Abu Hanafi untuk Musa dalam menghafal Al-Quran:
1.Pada awalnya Musa juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak-anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya, alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
2.Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.
3.Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.
4.Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
5.Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid.
6.Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa? hayoo..
7.Jam 9-10 Makan pagi dll.
8.Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
9.Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
10.Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.
11.Jam 5-maghrib: Waktu bermain
12.Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.
Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan ‘tidak sekolah’. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang ‘tidak sekolah’.
Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semoga menang, Musa!
Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua. Monggo [rf/Islampos]
